Lansia Belum Masuk Program Vaksinasi Di Bandung, Ini Cara Daftarnya

Lansia Belum Masuk Program Vaksinasi Di Bandung, Ini Cara Daftarnya

Rosye menyebutkan, bagi lansia di Kota Bandung dapat mendaftarkan diri melalui hyperlink Bandung.kemkes.go.id. Data yang harus dilengkapi diantaranya nomor induk kependudukan , nama, jenis kelamin, memilih fasilitas kesehatan untuk tempat vaksinasi, umur, tanggal lahir, alamat, hingga nomor telepon yang dapat dihubungi. Sama seperti tahap sebelumnya, sistem vaksinasi untuk lansia dilakukan dengan sistem bottom up. “Persyaratan vaksinasi COVID-19 pada Lansia ya pada umumnya Warga Sragen usia 60 tahun keatas, mendaftar melalui dinkes.sragenkab.go.id nanti harus hadir sesuai jadwal pelaksanaan,” terangnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia terus melanjutkan program vaksinasi nasional meski dalam situasi Ramadan. Hal ini justru sangat penting karena biasanya momen Ramadan dan Lebaran menjadi waktu yang kerap digunakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Miko menyarankan pemerintah pemerintah bertindak aktif menjemput para lansia untuk mau divaksin. Namun bagi lansia yang tidak memenuhi syarat lantaran mengidap penyakit penyerta, sebaiknya dikontrol secara rutin oleh tenaga kesehatan sehingga terhindar dari ancaman Covid-19.

“Hal yang perlu dipertimbangkan terkait vaksinasi pada lansia adalah terjadinya immunosenescence atau disfungsi imunitas karena usia. Hal ini berhubungan dengan respon terhadap vaksin yang kurang maksimal,” ungkapnya dalam pernyataan Entrasol yang diterima CNNIndonesia.com. “Lansia yang hari ini divaksin dari golongan pensiunan, tokoh masyarakat, tokoh agama, veteran, dan PWRI. Bukan berarti kita mendahulukan golongan yang ini, bukan, tapi karena datanya jelas, lengkap dan siap, maka pensiunan, tokoh agama, veteran dan PWRI mendapat jatah vaksinasi lebih dahulu,” kata Haryono. Orang lanjut usia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi Covid-19 kedua, berbeda dari kategori penerima vaksin berusia 18—59 tahun yang perlu jarak 14 hari. Vaksin yang diberikan antara dua kategori usia ini sama, yakni Sinovac dengan dosis zero,5 ml IM yang dimasukkan ke dalam otot melalui suntikan.

Orang lanjut usia alias lansia juga butuh vaksinasi untuk menurunkan risiko penyakit berbahaya. Kedua, mekanisme melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan. Pertama, vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan masyarakat baik di puskesmas maupun rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Selain through SMS, kini lansia juga bisa mendaftar lewat booking “Cari Dokter” di web site maupun aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan vaksin free of charge dengan layanan drive through. Jika sudah terdaftar, Anda tinggal datang di hari, waktu, dan tempat yang didapatkan untuk vaksinasi. Calon penerima vaksin COVID-19 akan diarahkan untuk melakukan registrasi ulang secara elektronik.

Vaksinasi bagi Lansia

Direncanakan mulai Senin (8/2) vaksinasi untuk usia di atas 60 tahun sudah bisa dimulai, diutamakan dimulai dengan nakes yang di atas 60 tahun. Secara nasional terdapat sekitar eleven.600 nakes dengan usia di atas 60 tahun. Tingginya risiko yang dihadapai membuat nakes di atas 60 tahun akan mendapat prioritas vaksinasi. “Kemarin dapat idenya, ketika mengantarkan Pak Sandiaga, vaksin kita juga masih sisa sekitar 6 ribu dosis, jadi kita sekarang jemput bola,” ujarnya.

Nadia mencontohkan, organisasi seperti organisasi untuk para pensiunan, organisasi keagamaan, maupun organisasi kemasyarakatan. Setelah itu, institusi maupun organisasi melakukan pendataan dan pendaftaran peserta lansia untuk pelaksanaan vaksinasi. Siti menegaskan, langkah yang dilakukan pemerintah ini didukung pula oleh ketersediaan dan distribusi vaksin.

Sebab pemenuhan kebutuhan akan vaksin bisa terus diperbarui dan dimintakan kekurangannya ke pemerintah pusat. “Tahapannya lansia yang sudah dihubungi oleh faskes datang ke faskes, kemudian mereka melakukan screening. Walaupun sebetulnya malam kita hubungi juga dilakukan screening singkat untuk memastikan kondisinya baik-baik saja, sedang ada keluhan atau tidak, sehingga bisa dilanjutkan pada hari ini,” jelas Iqbal. Salah satu lansia yang juga Wakil Ketua PMI Sragen, Suwarno sangat setuju lansia mendapat kesempatan menerima suntikan vaksin.

Comments are closed.